Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009
Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009, cerdas dan mencerahkan. Awal bulan ini, tepatnya tanggal 7 Maret, kampanye terbuka akan dibuka hingga 5 April mendatang. KPU telah merilis jadwal kampanye bagi masing-masing partai politik (Parpol). Demikian halnya KPUD juga telah merilis jadwal kampanye bagi masing-masing kontestan pemilu di tingkat daerah.Pemilu tahun ini terasa berbeda dengan pemilu tahun lalu, pasalnya perubahan peraturan mengenai calon legislatif terpilih tidak lagi berdasarkan nomor urut, melainkan suara terbanyak. Perubahan ini membawa konsekuensi yang tidak sederhana, selain peta persaingan semakin ketat potensi konflik juga tinggi. Jika pada pemilu tahun lalu konflik terjadi pada simpatisan antarparpol, tahun ini peta konflik bisa berubah. Konflik sangat memungkinkan terjadi tidak hanya pada simpatisan antarparpol namun juga pada simpatisan pendukung caleg.
Menyikapi persoalan ini ikrar kampanye damai tampaknya masih cukup relevan untuk diucapkan kembali menjelang memulai babak terbuka ini. Namun hendaknya ikrar tersebut tidak sebatas ucapan dan kontrak di atas kertas belaka. Pengalaman pemilu lalu dan beberapa pilkada belakangan ini menunjukkan bahwa ikrar kampanye damai tidak terbukti ampuh meredam konflik horizontal massa. Hal ini disebabkan oleh tidak terlaksananya ikrar tersebut pada tataran praktis di lapangan.
Ketidakmampuan para kandidat untuk mengendalikan massanya menjadi pemicu munculnya konflik antarpendukung. Ironis rasanya karena beberapa kasus konflik antarpendukung pada pemilu lalu juda dipicu oleh para elite parpol dan juga para caleg itu sendiri. Dengan demikian ikrar kampanye damai seharusnya benar-benar diresapi dan menjadi landasan kesadaran para elite partai dalam mengelola massanya.
- Jika kampanye merupakan prasyarat maka content materi kampanye merupakan substansinya.
- Kampanye merupakan salah satu momen penting bagi parpol untuk melakukan pendidikan dan pendewasaan politik bagi rakyat.
- Kini saatnya parpol dan para caleg tidak hanya mengikrarkan kampanye damai, namun juga kampanye yang cerdas, mencerahkan massa dan pastinya bermartabat.
sumber artikel : BaliPost

moga menang om.... :D
Poskan Komentar
Hai.... :)